Atasi Obesitas, Detox Kuncinya

Terlalu gemuk atau yang biasa kita sebut sebagai obesitas adalah momok yang ditakutkan banyak orang. Obesitas ini merupakan penumpukan lemak yang berlebih di dalam tubuh dan jika kondisi ini berkelanjutan akan berdampak pada kesehatan penderitanya. Kali ini tim xavola akan menjelaskan hal-hal penting yang harus kamu tahu untuk selamatkan berat badanmu.

Detox Sebagai Metode Penting untuk Atasi Obesitas

Foto produk via xavola

 

Penyebab Obesitas yang Harus Kamu Tahu

Pertama, kita harus lebih dulu mengetahui apa saja sih penyebab obesitas itu. Memang, banyak faktor yang menyebabkan lemak berlebih hingga menjadi obesitas, tapi tiga penyebab di bawah ini adalah penyebab yang paling sering dialami alias paling berpengaruh.

1. Genetik

Genetik merupakan salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Misalnya dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan yang ideal.
Namun, tidak semua kondisi obesitas ditentukan oleh genentik. Karena, apa yang kamu konsumsi juga memiliki efek besar pada gen yang dapat memicu obesitas lho! Contohnya saja nih, jika kamu memiliki gen obesitas dan juga kamu memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, maka hal tersebut justru akan meningkatkan risiko menjadi berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.

2. Junk food

Tahukah kamu kalau junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak? Apalagi ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga banyak disukai orang. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya. Hal ini juga menyebabkan kamu mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas.

3. Stres

Faktanya stres juga bisa jadi penyebab obesitas lho! Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Sebab pada saat kamu mengalami stres, kamu akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati. Maka dari itu banyak banget nih alasan untuk kamu makan coklat hanya sekadar meredakan stres. Tapi parahnya, kamu malah jadi naik berat badan. Wah, stres hilang, berat badan naik, malah menambah beban pikiran lain kan!

Kenali juga tanda-tanda jika kamu mengalami obesitas

Banyak tanda-tanda yang akan kamu alami jika akan atau telah obesitas, diantaranya adalah sesak napas, lebih banyak berkeringat, tidur dengan mendengkur bahkan hingga sulit tidur, tidak mampu untuk melakukan aktifitas fisik yang tiba-tiba, merasa sangat lelah setiap harinya, nyeri punggung dan nyeri sendi.

Lalu, bagaimana sih caranya terhindar dari obesitas? Detox kuncinya!

Kenali dulu nih cara ampuh untuk atasi obesitas, bikin tubuh sehat dan kegiatanmu menjadi lancar kembali. Detox adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin. Detoksifikasi terbagi menjadi 3 klasifikasi menurut golongan substratnya yaitu alkohol, obat-obatan dan zat metabolik.

Lalu detox untuk atasi obesitas yang seperti apa ya? 

detox bisa berupa buah: dengan air lemon menjadi salah satu pilihan banyak orang karena memang ampuh lho. Inti dari diet ini adalah mengurangi kalori dengan membatasi makanan yang dikonsumsi, dan memperbanyak konsumsi air lemon dan air putih. Selain itu, juga bisa dengan detox buah beri. Diantaranya stroberi, raspberi, blackberry, dan blackcurrant. Mengonsumsi buah ini setiap harinya dapat memproduksi butyrate, yang berupa asam lemak yang membantu dalam penurunan berat badan. Kamu juga bisa detox dengan buah nanas membantu memecah protein dan pencernaannya. Mencegah adanya radikal bebas dan racun di dalam tubuh, sehingga sangat bagus untuk mendetoks racun dalam tubuh.

Gampang saja untuk detox tubuh agar terhindar dari lemak jahat yang menyebabkan obesitas, kamu hanya perlu konsumsi xavola shake fit untuk semua kebutuhan terbaik detox tubuhmu. Kandungan xavola-shake fit diantaranya syllium husk (baik untuk pencernaan), inulin (meningkatkan produksi bakteri baik di usus besar), spirulina (sumber antioksidan), wheatgrass (tinggi nutrisi dan kaya antioksidan), bunga lotus (menetralkan gula darah) dan ekstrak buah-sayuran yang kaya serat.

0 Points


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *